assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
hai sobat , ketemu lagi dengan saya kali ini saya akan mendengarkan kajian tentang
"Tafsir Surat Muhammad Ayat 19" bersama ustadz abu qatadah
TAFSIR SURAT MUHAMMAD AYAT 19 (USTADZ ABU QATADAH)
TAFSIR SURAT MUHAMMAD AYAT 19 (USTADZ ABU QATADAH)
Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Qatadah
Berikut adalah ceramah agama yang mengetengahkan tema tentang “Tafsir Surat Muhammad Ayat 19“, di mana di dalamnya mengupas secara mendalam mengenai kalimat tauhid, la ilaha illallah, serta makna, rukun, syarat, konsekuensi, dan pembatalnya. Bahasan ilmiah ini disampaikan oleh Ustadz Abu Qatadah pada Sabtu pagi, 21 Al-Muharram 1438 / 22 Oktober 2016, pukul 09:00-11:00 WIB di Rodja TV.
Rekaman audio: Ustadz Abu Qatadah – Tafsir Surat Muhammad Ayat 19
Tafsir Surat Muhammad Ayat 19
Memahami dan mempelajari kalimat “La ilaha illaLlah” adalah merupakan kewajiban yang pertama bagi setiap manusia di muka bumi ini. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah Ta’ala:
وقد علم بالاضطرار من دين الرسول صلي الله عليه وسلم، واتفقت عليه الأمة أن أصل الإسلام وأول ما يؤمر به الخلق: شهادة أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، فبذلك يصير الكافر مسلما، والعدو وليا، والمباح دمه وماله معصوم الدم والمال.
“Telah diketahui agama para nabi dan rasul dan telah sepakat para ulama dan umat ini (umat Islam) yang merupakan pokok Islam dan yang pertama diwajibkan atas manusia adalah mengucapkan kalimat asyhadu an la ilaha illaLlah wa anna muhammadar rasulullah (“اشهد ان لا اله الا الله وان محمد رسول الله“), yang dengan 2 kalimat ini seseorang yang tadinya kafir menjadi muslim, yang tadinya musuh menjadi teman setia (penolong), dan yang tadinya adalah halal darah dan kehormatannya menjadi haram (bagi kita).”
Dan semua para nabi mengajarkan kalimat ini dan mengajarkan hakikat kalimat ini. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat, Allah berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ … ﴿النحل : ٣٦﴾
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu,” …” (QS An-Nahl [16]: 36)
Thaghut yaitu setiap yang disembah selain Allah Ta’ala.
… يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّـهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُ ۖ … ﴿هود : ٨٤﴾
“… Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. …” (QS Hud [11]: 84)
Dan para nabi dan rasul mengucapkan kalimat ini semua. Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz rahimahullahu Ta’ala dalam syarah kitab Thahawiyah:
اعلم أن التوحيد أول دعوة الرسل ، وأول منازل الطريق ، وأول مقام يقوم فيه السالك إلى الله عز وجل .
“Ketahuilah bahwa tauhid adalah poin yang pertama dalam dakwah para rasul, …”
oke selesai juga akhirnya
oke itu saja yang dari saya mohon maaf bila ada kesalahan
WAASALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH